Undang Ustd. Sugeng, Lapas Kuala Tungkal Gelar Pengajian Rutin Dalam Upaya Membina Rohani Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan Yang Beragama Islam.

framemedsoslapastungkal 1

Kuala Tungkal - Pengajian rutin pembinaan kerohanian di Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Ust. Sugeng. S.Ag) yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas. Kegiatan kali ini diikuti sekitar 215 orang Warga Binaan Lapas Kuala Tungkal. Kamis (23/06/2022).

Dalam pembinaan ini bertujuan agar warga binaan dapat memahami pengetahuan agama islam lebih mendalam. Pengajian yang dibahas mengenai Tingkatan-Tingkatan Iman. Kegiatan ini juga memberikan motivasi dan semangat kepada warga binaan dalam menghadapi hukuman sebagai cobaan dengan kesabaran. Dengan adanya bimbingan kerohanian yang fokus pada Aqidah, diharapkan dapat memperbaiki Akhlak Warga Binaan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal.

Dalam penyampaiannya Ust. Sugeng mengatakan bahwa Pada dasarnya, tiap Mukmin punya rasa yakin, tetapi yang membedakan hanya satu, yaitu kadar iman yang dimiliki. Semakin kuat iman yang dipelihara seorang hamba, dia laksana gunung yang berdiri tegak dan kokoh. 

Dalam salah satu kaidah usul fikih disebutkan al-Yaqinu La Yuzalu bi al-Syak (keyakinan yang kuat tidak akan berubah dengan sebuah keragu-raguan). 

Keyakinan tersebut tak akan sanggup dihempas dengan mudah oleh tiupan keragu-raguan atau pun oleh angin was-was yang disebarkan oleh setan. Karena setan tidak akan berhenti bermanuver guna menyesatkan anak Adam. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, setan akan menyesatkan manusia dan tidaklah seseorang mengambil jalan lain, kecuali setan juga akan menempuhnya.” 

Sehingga apabila dikelompokkan, tingkatan keimanan bisa dibagi ke dalam tiga lapisan.

Pertama, tingkatan dasar atau disebut iman. Kategori ini biasanya diisi kalangan awam yang kadar keimanannya masih sering naik turun dan berubah-ubah. 

Tingkatan kedua, tingkatan iman yang kokoh di hati dan tidak goyah sehingga pada level ini, hampir saja seseorang mampu melihat yang gaib. Tingkat keimanan ini disebut yakin. 

Level keimanan ketiga yang tertinggi dikenal dengan istilah kasyaf. Tingkatan ini setara dengan level para wali dan Nabi yang tidak lagi ada batas antara yang gaib dan alam kasat mata.

Selanjutnya, terdapat tiga cara yang bisa ditempuh untuk membangun benteng keimanan yang kuat. Pertama, mendengarkan, membaca, dan merenungkan ayat-ayat serta hadis-hadis yang menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah. 

Terakhir Pesan yang disampaikan Ust. Sugeng, S. Ag antara lain, Kunci menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19, bersikap tenang, karena sikap tenang adalah sebagian dari obat. Jangan bersikap gelisah, karena gelisah itu merupakan sebagian dari penyakit. Tingkatkan imun dengan meningkatkan kualitas keimanan kita. (Doc. Humas)

#Pemasyarakatan
#KumhamPASTI
#KemenkumhamRI
#KumenkumhamJambi

framemedsoslapastungkal 2

framemedsoslapastungkal 3


Cetak   E-mail